"> Vontis Blog - Cloud ERP and Inventory Management Software

Vontis Blog

Cloud ERP and Inventory Management Software
Permudah Mengatur Stok Barang Dengan SKU

Dalam manajemen bisnis baik dalam bentuk barang/jasa, hal yang harus kita perhatikan adalah bagaimana kita bisa mengatur jumlah barang kita agar tetap tersedia. Tanpa adanya suatu sistem terstruktur untuk menghitung produk kita, tentu akan sulit melacak barang dan bahan yang ada di gudang dan akan berakhir dengan rekapitulasi yang kacau. Sebagai seorang pengusaha bisnis, baik besar maupun kecil, tentunya Anda harus memahami apa itu sistem SKU. 

Pada bahasan kali ini, Kami akan menjelaskan apakah itu SKU produk dan kenapa itu penting untuk bisnis Anda.

Apa itu SKU

SKU ( Stock Keeping Unit) adalah kode unik yang umumnya berbentuk alphanumerik, yang bertujuan untuk memberikan identitas pada setiap jenis barang. Jika dari pengertian SKU diatas Anda belum mengerti apa itu SKU, maka kali ini Kita membahas fungsi dari SKU. Selain menjadi pembeda identitas antar produk lainnya, SKU juga dapat dicetak dalam bentuk barcode. Singkatnya, SKU sendiri berfungsi untuk memudahkan identifikasi barang ATAU produk demi penyimpanan maupun distribusi yang lebih terintegrasi. 

SKU tidak hanya dapat diterapkan pada produk fisik / barang saja, namun juga produk digital atau jasa. Dalam konteks distribusi atau lokasi produksi, maka SKU dapat saja mengalami perluasan misalnya ditambahkan kode lokasi produksinya. Dari penjelasan penjelasan ini Kita dapat menyimpulkan fungsi utama SKU adalah sebagai pembeda antara tiap produk serta memudahkan manajemen dalam melakukan inventarisasi dan distribusi produk. 

Kapan Kita Perlu SKU? 

Tidak sedikit yang masih mengira SKU berkaitan hanya dengan sistem online shop. Sejak perkembangan e-commerce, SKU memang mulai dikenal karena menjadi bagian dari sistem e-commerce. Meski demikian konsep SKU sebenarnya sudah dikenal sejak tahun 1970-an bersamaan dengan konsep Universal Product Code (UPC) dimana UPC menjadi bagian dari SKU setelah melalui proses encode (disandikan). Jadi SKU tidak hanya diterapkan pada sisten toko online atau marketplace saja, namun juga pada sistem inventaris barang offline dimana sudah diterapkan jauh sebelum toko online. 

Penggunaan SKU pada pedagang retail maupun UMKM tergantung dari banyaknya jenis produk. Jika hanya menjual 1 jenis produk saja tanpa varian lain, tentunya SKU belum menjadi kebutuhan utama. Belum diperlukan kode pembeda barang pada kondisi seperti itu. Namun ketika satu jenis barang itu sudah memiliki varian ukuran atau warna lebih dari satu maka SKU sudah dapat diterapkan meski jenisnya barang baru satu. Kesimpulannya adalah SKU akan terasa manfaatnya diterapkan pada produk yang memiliki lebih dari satu jenis, warna, atau ukuran.

Contoh Penerapan SKU

Jika Anda sering menjelajahi e-commerce, ketika Anda membeli sebuah barang misalnya seperti televisi, lalu muncul banyak opsi televisi selain yang Anda cari, itu semua berkat SKU. Pengklasifikasian SKU, sepenuhnya dilakukan oleh internal usaha, sehingga berbeda beda tiap usaha.

Fungsi lain dari sebuah SKU adalah dalam periklanan. Dengan model ritel yang kompetitif saat ini dan semua orang ingin membandingkan harga, memiliki SKU yang unik dapat membantu melindungi margin, harga di toko Anda. Misalnya, banyak pengecer akan menempatkan SKU di iklan surat kabar tanpa nomor model pabrikan. Dan para pemilik toko tidak harus mencocokkan harganya. Ini juga membantu mengurangi praktik “showrooming” di toko Anda.

Baca juga : 5 Tips Inventory Control untuk Efisiensi

Contoh SKU ada pada produk bernama “Jeans  Pria warna Hitam DUST”, implementasi SKUnya dapat berupa format: DUST-JP-HTM-0040. Penjelasannya: DUST kode merek, yaitu DUST jeans, JP jenis produknya yaitu jeans pria. HTM warnanya hitam, kode warnanya 0040 nomor urut produknya. Lalu apakah Kita bebas menentukan format SKU sendiri? Karena peruntukan SKU adalah untuk informasi pendataan internal, maka format SKU bebas disusun sesuai kebutuhan.

Contoh lain penggunaan SKU dalam kehidupan sehari-hari dapat Anda temukan di menu restaurant Solaria, yang dapat Anda lihat pada gambar berikut :

Tips Membuat SKU Untuk Usaha Anda

Jika Anda memutuskan untuk menggunakan SKU sendiri, ada beberapa masukan yang harus diperhatikan:

1. Buat beberapa aturan/petunjuk untuk membuat SKU sendiri dan staff kita dapat referensi setiap kali item/barang baru datang.

2. Gunakan kombinasi huruf dan angka

3.  Masukkan cara-cara untuk menyertakan spesifikasi penting dalam SKU, part brand/manufacture, part finish, part type, item count, lokasi di gudang, dll.

4. Usahakan agar kode SKU tetap pendek dan mudah diingat.

Pentingnya SKU dalam Manajemen Inventori

Setelah memahami apa itu SKU dan penerapannya, tentu Anda yakin membutuhkan software inventory barang demi membuat SKU dalam jumlah besar, yang akan sangat memudahkan manajemen inventori Anda. Dengan manajemen inventori yang dijalankan oleh sistem, Anda tidak perlu lagi khawatir dengan selisih saat rekapitulasi barang, karena sistem yang sudah terintegrasi dari segala aspek. 

Baca juga : Kenali Sistem ERP dan Manfaatnya

Tipe Software ERP
Pahami dan Tentukan Tipe ERP yang Sesuai dengan Kebutuhan Anda

Software ERP Indonesia saat ini dibuat sebagai salah satu perangkat lunak pendukung untuk perusahaan, khususnya perusahaan-perusahaan besar. ERP adalah singkatan dari Enterprise Resource Planning. ERP secara sederhana bisa diartikan sebagai konsep perencanaan untuk memaksimalkan semua sumber daya yang ada pada sebuah perusahaan. Software ini menekankan pekerjaan pada aspek perencanaan sekaligus analisis sumber daya perusahaan, seperti akuntansi, finansial, SDM, rantai suplai, dan masih banyak aspek yang lainnya.

read more
5 Tips Inventory Control untuk Efisiensi

Inventory control atau pengendalian inventaris adalah kegiatan yang wajib dilakukan dalam bisnis baik ritel, grosir, F&B, maupun manufaktur. Tujuan dari dilakukannya pengendalian inventaris yakni untuk mengoptimalkan penggunaan inventaris perusahaan dan mendapatkan keuntungan darinya tanpa mengganggu tingkat kepuasan pelanggan. 

Untuk mendapatkan keuntungan yang maksimal dari inventaris Anda, Anda memerlukan strategi inventory control yang dapat mengoptimalkan efisiensi perusahaan. Di bawah ini adalah beberapa cara terbaik yang dapat Anda lakukan.

read more
Kenali Apa Itu sistem ERP dan Manfaatnya
Sistem ERP

ERP (Enterprise Resource Planning) merupakan konsep untuk merencanakan dan mengelola sumber daya suatu perusahaan. ERP terdiri dari 3 elemen yakni Enterprise (perusahaan), Resource (sumber daya), dan Planning (perencanaan), yang berarti memfokuskan aspek perencanaan dan analisis sumber daya perusahaan seperti finansial, akuntansi, Sumber Daya Manusia (SDM), rantai suplai, dan sebagainya.

read more